Ketum MUI Riau Kupas Metode Tazkiyatul Nafsi di RRI Pekanbaru dan Penuhi Undangan Bupati Kuansing

oleh -24 Dilihat

PEKANBARU — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau, Ilyas Husti, terus menunjukkan peran aktifnya dalam dakwah dan penguatan sinergi keumatan. Selain menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Pekanbaru, ia juga memenuhi undangan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) untuk berdiskusi mengenai pembangunan daerah menuju visi Kuansing Bermarwah.

Pada siaran Mutiara Pagi RRI Pekanbaru, Prof. Dr. KH. Ilyas Husti, MA mengupas tema “Metode Tazkiyatul Nafsi dalam Perspektif Tasawuf”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tazkiyatul nafsi atau pembersihan jiwa merupakan inti ajaran tasawuf yang sangat relevan dalam menghadapi dinamika dan tekanan kehidupan modern.

banner 336x280

Menurut Guru Besar UIN Sultan Syarif Kasim Riau tersebut, pembersihan jiwa tidak cukup dilakukan melalui ritual formal, melainkan membutuhkan muhasabah, pengendalian diri, dzikir, serta kesungguhan dalam memperbaiki akhlak secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa ketenangan batin menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kesalehan individu dan sosial.

Usai kegiatan dakwah melalui siaran radio, Ketua Umum MUI Riau melanjutkan agenda silaturahmi dengan memenuhi undangan Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi, untuk santap siang bersama sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan daerah. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Makan Setia Kawan, Tepian Sungai Kuantan, Baserah, Selasa (9/12/2025).

Agenda pertemuan menjadi ruang dialog antara MUI Riau dan Pemerintah Kabupaten Kuansing terkait peran strategis ulama dalam menjaga ketenteraman masyarakat, penguatan nilai-nilai syariat, serta dukungan moral dan spiritual terhadap pembangunan daerah.

Bupati Kuansing menegaskan pentingnya keterlibatan MUI dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas daerah.

“Kami berharap MUI dapat terus hadir menguatkan masyarakat agar tetap rukun, menjalankan nilai-nilai keagamaan, serta bersama pemerintah menjaga stabilitas dan ketenteraman daerah,” ujarnya.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh adat, dan unsur keamanan merupakan kunci dalam mewujudkan Kuansing yang bermarwah dan berdaya saing.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum MUI Riau menyampaikan apresiasi atas undangan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuansing. Ia menegaskan bahwa ulama memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan bimbingan keagamaan sekaligus mendorong terciptanya tatanan sosial yang damai dan harmonis.

“Membangun masyarakat yang bermarwah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama. MUI Riau siap bersinergi dalam pembinaan keumatan, pendidikan, serta penyelarasan kebijakan publik berbasis nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai tersebut berkembang menjadi forum pertukaran gagasan mengenai penguatan kegiatan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kuansing.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran MUI Riau dan unsur terkait, di antaranya Sekretaris Umum MUI Riau Datuk Aprizal DS, Sekretaris MUI Riau Ir. Harmansyah, Camat Baserah, Kapolsek Baserah, serta perwakilan humas dan tokoh masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi ulama dan umara sebagai fondasi dalam mewujudkan Kuantan Singingi yang bermarwah, religius, dan berkeadaban.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.