PEKANBARU — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau resmi memulai langkah besar menuju lembaga berstandar internasional dengan menjalani audit sertifikasi eksternal ISO 9001:2015, Senin (20/10/2025).
Proses audit yang berlangsung di kantor MUI Riau, Pekanbaru, ini dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional Worldwide Quality Assurance (WQA) dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 23 Oktober 2025.
Opening meeting audit dihadiri oleh Ketua Umum MUI Riau Prof. Dr. H. Ilyas Husti, MA, Sekretaris Umum Dr. Baidarus, MA, Dewan Pertimbangan Drs. Ahmad Syaharofi, serta seluruh ketua dan sekretaris komisi MUI Riau.
Hadir pula auditor utama WQA, M. Indra Gunawan, yang memimpin langsung proses pemeriksaan, didampingi auditor senior H. Hasan Suharna dari MUI Pusat.
Dalam sambutannya, Prof. Ilyas Husti menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen MUI Riau untuk meningkatkan tata kelola organisasi dan transparansi lembaga.
“InsyaAllah, MUI Riau menjalani audit dari lembaga internasional WQA yang berpusat di Inggris untuk menilai pelaksanaan sistem manajemen mutu di MUI Riau. Ini momentum penting untuk membawa MUI ke level manajemen yang lebih profesional,” ujar Prof. Ilyas.
Menurutnya, persiapan menuju sertifikasi ISO telah dilakukan sepanjang tahun 2025 melalui berbagai pelatihan dan pembenahan internal.
“MUI sudah melakukan pembekalan bagi seluruh pimpinan dan karyawan tentang standar mutu dan SOP sesuai pedoman WQA. Semua ini bagian dari upaya mencapai predikat ISO 9001:2015,” tambahnya.
Sementara itu, M. Indra Gunawan dari WQA menjelaskan bahwa audit yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menilai kesesuaian sistem dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

“Audit ini berfokus pada conformity, bukan mencari-cari kesalahan. Tujuannya adalah memastikan sistem berjalan efektif dan terus ditingkatkan,” ungkap Indra dalam sesi pembukaan.
Audit akan mencakup pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, hingga wawancara mendalam dengan berbagai pihak di lingkungan MUI Riau.
Prosesnya meliputi peninjauan Manual Mutu, prosedur kerja, serta dokumen pendukung lainnya yang berkaitan dengan pelayanan publik, administrasi, dan kegiatan keulamaan.
Hari pertama audit difokuskan pada manajemen puncak, termasuk sekretariat dan bendahara.
Hari berikutnya menyasar sejumlah komisi strategis seperti Komisi Fatwa, Komisi Informasi dan Komunikasi, Komisi Dakwah, Komisi Penelitian dan Pengembangan, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, serta Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga. Audit juga menjangkau Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) di hari terakhir.
Setiap temuan audit akan diklasifikasikan menjadi Non-Conformities (Major atau Minor) dan Opportunity for Improvement (Peluang Perbaikan).
Semua hasil evaluasi akan disampaikan dalam Close Meeting pada Kamis (23/10/2025), yang menandai penutupan rangkaian audit tahap kedua ini.
Prof. Ilyas Husti berharap seluruh jajaran MUI Riau dapat bekerja sama dan menjaga komitmen selama proses berlangsung.
“Kami ingin menjadikan MUI sebagai lembaga yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul secara manajerial. Dengan sertifikasi ISO ini, kami berharap pelayanan kepada umat menjadi lebih transparan, cepat, dan terpercaya,” tegasnya.
Langkah MUI Riau ini menjadi bukti keseriusan lembaga keagamaan tersebut dalam mengadopsi standar global demi memperkuat tata kelola organisasi dan pelayanan publik berbasis akuntabilitas.
Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai salah satu MUI terbaik nasional dalam penerapan manajemen mutu, kini MUI Riau menargetkan pencapaian sertifikasi resmi ISO 9001:2015 sebagai tonggak baru menuju modernisasi lembaga ulama daerah.
Dengan audit ini, MUI Riau meneguhkan diri tidak hanya sebagai penjaga fatwa, tetapi juga pionir tata kelola keagamaan profesional di Indonesia membuktikan bahwa lembaga Islam pun mampu menyesuaikan diri dengan standar dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.
Editor :Yefrizal











